Binti Nurul Qomariyah

Not Just Knowledge But Its My Experience

BINTI NURUL QOMARIYAH / 100213306146…….TUGAS 6, PRE TEST…..

BINTI NURUL QOMARIYAH / 100213306146

D3 PERPUSTAKAAN

TUGAS 6 PRE-TEST

JARINGAN INFORMASI DIGITAL

 

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras. Protokol digunakan untuk menentukan jenis layanan yang akan dilakukan pada internet.

Jenis-jenis protokol itu antara lain:

1.     TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

TCP/IP merupakan standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.
Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.
Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.

Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis, diantaranya adalah :

  • LAPISAN FISIK (NETWORK INTERFACE)

Pada lapisan ini mempaketkan data ke dalam unit-unit yang disebut frame atau paket kemudian mengirimkan data tersebut dari antar muka (interface) pada sistem lokal ke antar muka (interface) pada sistem tujuan yang terhubung dalam satu buah physical network.

Proses Enkapsulasi dan Decapsulasi Data

Bentuk Frame Paket Data pada Paket Switching

Keterangan:

  1. Awal dari urutan Frame paket data
  2. Kontrol Bit untuk indikasi pertama, Acknowledgement, diagnosa dan fungsi lainnya.
  3. Nomor pesan dan indikator terakhir paket data
  4. Alamat tujuan paket data yang dikirim.
  5. Alamat asal (sumber) pengirim paket data.
  6. Nomor link
  7. Nomor paket data.
  8. Akhir dari urutan frame paket data.
  9. Deteksi error CRC (Code Redundancy Check)

– DLE  = Data Link Escape

– STX = Start Of  Text

 

  • LAPISAN INTERNET

Lapisan ini bertanggung jawab terhadap perutean data. Data dibawa oleh unit yang disebut datagram. Lapisan Internet ini bersifat connectionless karena tiap datagram dirutekan secara terpisah, dan IP tidak menjamin data pasti diterima oleh penerima.

Pada lapisan ini terdapat:

  • IP terutama digunakan untuk pengalamatan dan routing paket data antara host dan jaringan, dimana IP adalah inti dari lapisan Internet.
  • ICMP mengirimkan pesan dan melaporkan kesalahan yang berkaitan dengan penyampaian data.
  • IGMP digunakan oleh host IP untuk melaporkan keanggotaan grup host ke router multicast lokal.
  • Address Resolution Protocol (ARP) Setiap komputer yang akan mengirimkan data (pesan) harus mengetahui alamat perangkat keras yang digunakan yaitu kartu Ethernet yang dimiliki dengan proses pemetaan alamat IP komputer ke alamat perangkat keras kartu ethernetnya.

Lapisan IP juga bertanggung jawab terhadap penamaan dan pengalamatan host.

Penamaan

Contoh dari nama pada internet adalah apjii.or.id, maksud dari nama ini adalah:

•Id menyatakan regional / negara domain yaitu Indonesia.

•or menyatakan pengelompokan instansi domain yang berarti untuk organisasi.

•apjii adalah domain yang menyatakan nama organisasi APJII.

Pengalamatan

• Untuk pengalamatan, IP menggunakan alamat yang disebut dengan IP Address (Alamat IP).

• Alamat IP yang banyak digunakan saat adalah versi 4 dengan 32 bit alamat. Alamat IP ini memiliki format aaa.bbb.ccc.ddd, a merupakan oktet pertama, b merupakan oktet kedua, c merupakan oktet ketiga, d merupakan oktet keempat.

• Alamat IP ini di bagi menjadi 3 kelas:

– Kelas A untuk jaringan besar

– Kelas B untuk jaringan menengah

– Kelas C untuk jaringan kecil

Sebenarnya masih ada 2 kelas lagi, namun 2 kelas ini di gunakan untuk keperluan khusus. Kelas D untuk IP multicasting sedang kelas E untuk penelitian.

• Pola dari pembagian kelas tersebut adalah (angka merupakan octet pertama):

> Kelas A dimulai dari 0 sampai 127

> Kelas B dimuali dari 128 sampai 191

> Kelas C dimulai dari 192 sampai 223

> Kelas D dimulai dari 224 sampai 239

> Kelas E dimulai dari 240 sampai 255

  • LAPISAN TRANSPORT

Lapisan ini bertanggung jawab untuk melakukan segmentasi terhadap sesuatu yang akan dikirim  (message) menjadi paket-paket komunikasi. Paket-paket komunikasi ini ada 2 macam yaitu paket TCP dan paket UDP. Paket TCP bersifat connection oriented, sedangkan paket UDP bersifat connectionless.

  • LAPISAN APLIKASI

 

Lapisan aplikasi adalah aplikasi-aplikasi yang menggunakan TCP/IP. Mudahnya lapisan ini adalah antar muka antara pengguna dengan jaringan.

Aplikasi-aplikasi standar pada TCP/IP adalah :

– SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) untuk mail

– Telnet untuk remote login

– FTP (File Transfer Protocol) untuk transfer file

– DNS (Domain Name System) untuk mengatur penamaan

– dll

Cara Kerja TCP/IP

Adapun langkah-langkah cara kerja dari protokol TCP/IP ini adalah;

  • Pertama, datagram dibagi-bagi ke dalam bagian-bagian kecil yang sesuai dengan ukuran bandwith (lebar frekuensi) dimana data tersebut akan dikirimkan.
  • Pada lapisan TCP, data tersebut lalu “dibungkus” dengan informasi header yang dibutuhkan. Misalnya seperti cara mengarahkan data tersebut ke tujuannya, cara merangkai kembali kebagian-bagian data tersebut jika sudah sampai pada tujuannya, dan sebagainya.
  • Setelah datagram dibungkus dengan header TCP, datagram tersebut dikirim kepada lapisan IP.
  • IP menerima datagram dari TCP dan menambahkan headernya sendiri pada datagram tersebut.
  • IP lalu mengarahkan datagram tersebut ke tujuannya.
  • Komputer penerima melakukan proses-proses perhitungan, ia memeriksa perhitungan checksum yang sama dengan data yang diterima.
  • Jika kedua perhitungan tersebut tidak cocok berarti ada error sewaktu pengiriman dan datagram akan dikirimkan kembali.

 

Kelebihan TCP/IP

Beberapa kelebihan TCP/IP dibandingkan protokol yang lain antara lain:

  • TCP/IP adalah protokol yang bisa diarahkan. Artinya ia bisa mengirimkan datagram melalui rute-rute yang telah ditentukan sebelumnya. Hal ini dapat mengurangi kepadatan lalu lintas pada jaringan, serta dapat membantu jika jaringan  mengalami kegagalan, TCP/IP dapat mengarahkan data melalui jalur lain.
  • Memiliki mekanisme pengiriman data yang handal dan efisien.
  • Bersifat open platform atau platform independent yaitu tidak terikat oleh jenis perangkat keras atau perangkat lunak tertentu.
  • Karena sifatnya yang terbuka, TCP/IP bisa mengirimkan data antara sistem-sistem komputer yang berbeda yang menjalankan pada sistem-sistem operasi yang berbeda pula.
  • TCP/IP terpisah dari perangkat keras yang mendasarinya. Protokol ini dapat dijalankan pada jaringan Ethernet, Token ring, X.25, dan bahkan melalui sambungan telepon.
  • TCP/IP menggunakan skema pengalamatan yang umum, maka semua sistem dapat mengirimkan data ke alamat sistem yang lain.

2.    UDP (User Datagram Protokol)

UDP merupakan singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Protokol ini didefinisikan dalam RFC 768.

UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:

  • Connectionless (tanpa koneksi)

Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.

  • Unreliable (tidak andal)

Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.

  • UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
  • UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.

Kelemahan UDP

  • UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan (buffering) dari data yang masuk ataupun data yang keluar. Tugas buffering merupakan tugas yang harus diimplementasikan oleh protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP.
  • UDP tidak menyediakan mekanisme segmentasi data yang besar ke dalam segmen-segmen data, seperti yang terjadi dalam protokol TCP. Karena itulah, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus mengirimkan data yang berukuran kecil (tidak lebih besar dari nilai Maximum Transfer Unit/MTU) yang dimiliki oleh sebuah antarmuka di mana data tersebut dikirim. Karena, jika ukuran paket data yang dikirim lebih besar dibandingkan nilai MTU, paket data yang dikirimkan bisa saja terpecah menjadi beberapa fragmen yang akhirnya tidak jadi terkirim dengan benar.
  • UDP tidak menyediakan mekanisme flow-control, seperti yang dimiliki oleh TCP.

Contoh Penggunaan UDP

  • Protokol yang “ringan” (lightweight)

Untuk menghemat sumber daya memori dan prosesor, beberapa protokol lapisan aplikasi membutuhkan penggunaan protokol yang ringan yang dapat melakukan fungsi-fungsi spesifik dengan saling bertukar pesan. Contoh dari protokol yang ringan adalah fungsi query nama dalam protokol lapisan aplikasi Domain Name System.

  • Protokol lapisan aplikasi yang mengimplementasikan layanan keandalan

Jika protokol lapisan aplikasi menyediakan layanan transfer data yang andal, maka kebutuhan terhadap keandalan yang ditawarkan oleh TCP pun menjadi tidak ada. Contoh dari protokol seperti ini adalah Trivial File Transfer Protocol (TFTP) dan Network File System (NFS)

  • Protokol yang tidak membutuhkan keandalan

Contoh protokol ini adalah protokol Routing Information Protocol (RIP).

  • Transmisi broadcast

Karena UDP merupakan protokol yang tidak perlu membuat koneksi terlebih dahulu dengan sebuah host tertentu, maka transmisi broadcast pun dimungkinkan. Sebuah protokol lapisan aplikasi dapat mengirimkan paket data ke beberapa tujuan dengan menggunakan alamat multicast atau broadcast. Hal ini kontras dengan protokol TCP yang hanya dapat mengirimkan transmisi one-to-one. Contoh: query nama dalam protokol NetBIOS Name Service.

Pesan UDP

UDP, berbeda dengan TCP yang memiliki satuan paket data yang disebut dengan segmen, melakukan pengepakan terhadap data ke dalam pesan-pesan UDP (UDP Messages). Sebuah pesan UDP berisi header UDP dan akan dikirimkan ke protokol lapisan selanjutnya (lapisan internetwork) setelah mengepaknya menjadi datagram IP. Enkapsulasi terhadap pesan-pesan UDP oleh protokol IP dilakukan dengan menambahkan header IP dengan protokol IP nomor 17 (0x11). Pesan UDP dapat memiliki besar maksimum 65507 byte: 65535 (216)-20 (ukuran terkecil dari header IP)-8 (ukuran dari header UDP) byte. Datagram IP yang dihasilkan dari proses enkapsulasi tersebut, akan dienkapsulasi kembali dengan menggunakan header dan trailer protokol lapisan Network Interface yang digunakan oleh host tersebut.

Dalam header IP dari sebuah pesan UDP, field Source IP Address akan diset ke antarmuka host yang mengirimkan pesan UDP yang bersangkutan; sementara field Destination IP Address akan diset ke alamat IP unicast dari sebuah host tertentu, alamat IP broadcast, atau alamat IP multicast.
Port UDP

 

Seperti halnya TCP, UDP juga memiliki saluran untuk mengirimkan informasi antar host, yang disebut dengan UDP Port. Untuk menggunakan protokol UDP, sebuah aplikasi harus menyediakan alamat IP dan nomor UDP Port dari host yang dituju. Sebuah UDP port berfungsi sebagai sebuah multiplexed message queue, yang berarti bahwa UDP port tersebut dapat menerima beberapa pesan secara sekaligus. Setiap port diidentifikasi dengan nomor yang unik, seperti halnya TCP, tetapi meskipun begitu, UDP Port berbeda dengan TCP Port meskipun memiliki nomor port yang sama.

3.    DNS (Domain Name System)

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet.

Kelebihan DNS

  • Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
  • Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
  • Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

Struktur DNS

 

Domain Name System merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:

  • Root-Level Domains

Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).

  • Top-Level Domains

Top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts. Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:

a) .com à Organisasi Komersial

b) .edu àInstitusi pendidikan atau universitas

c) .org àOrganisasi non-profit

d) .net àNetworks (backbone Internet)

e) .gov àOrganisasi pemerintah non militer

f) .mil à Organisasi pemerintah militer

g) .num àNo telpon

h) .arpa àReverse DNS

i) .xx dua-huruf untuk kode Negara (id:indonesia.my:malaysia,au:australia)

 

  • Second-Level Domains

Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh:

Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.

  • Host Names

Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.

Cara Kerja DNS

 

Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.

Langkah Cara kerja Domain Name Sistem

 

a)    Resolvers mengirimkan queries ke name server.

b)   Name server mencek ke local database, atau menghubungi name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke resolvers jika tidak akan mengirimkan failure message.

c)    Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address yang diberikan name server.

4.    PPP(Point To Point Protocol)

 

Point-to-Point Protocol (sering disingkat menjadi PPP) adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan. PPP didefinisikan pada RFC 1661 dan RFC 1662.

5.    SLIP (Serial Line Internet Protocol)

Sebuah protokol yang memungkinkan pemindahan data IP melalui saluran telepon. Alat bantu lainnya dalam SLIP adalah PPP yang mendeteksi kesalahan dan konfigurasi. Sistem ini memerlukan satu komputer server sebagai penampungnya, dan secara perlahan-lahan akan digantikan oleh standar PPP yang memiliki kecepatan proses lebih tinggi.

6.    ICMP (Internet Control Message Protocol)

ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan. protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.

7.    POP3 (Post Office Protocol)

              POP3 adalah kepanjangan dari Post Office Protocol version 3, yakni protokol yang digunakan untuk mengambil email dari email server. Protokol POP3 dibuat karena desain dari sistem email yang mengharuskan adanya email server yang menampung email untuk sementara sampai email tersebut diambil oleh penerima yang berhak. Kehadiran email server ini disebabkan kenyataan hanya sebagian kecil dari komputer penerima email yang terus-menerus melakukan koneksi ke jaringan internet.

8.    IMAP (Internet Message Access Protocol)

IMAP (Internet Message Access Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server. IMAP memungkinkan pengguna memilih pesan e-mail yang akan ia ambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, bahkan menghapus pesan e-mail yang ada. Kemampuan ini jauh lebih baik daripada POP (Post Office Protocol) yang hanya memperbolehkan kita mengambil/download semua pesan yang ada tanpa kecuali.

9.    SMTP (Simple Mail Transfer protocol)

Suatu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik atau email di Internet. Protokol ini gunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim surat elektronik ke server surat elektronik penerima. Untuk menggunakan SMTP bisa dari Microsoft Outlook, biasanya untuk menggunakan SMTP di perlukan settingan:

  • Email Address : contoh —> anda@domainanda.com
  • Incoming Mail (POP3, IMAP or HTTP) server : mail.doaminanda.com
  • Outgoing (SMTP) server : mail.domainanda.com
  • Account Name : anda@domainanda.com
  • Password : password yang telah anda buat sebelumnya

10. HTTP (Hypertext Transfer Protocol)

HTTP (Hypertext Transfer Protocol) suatu protokol yang digunakan oleh WWW (World Wide Web). HTTP mendefinisikan bagaimana suatu pesan bisa diformat dan dikirimkan dari server ke client. HTTP juga mengatur aksi-aksi apa saja yang harus dilakukan oleh web server dan juga web browser sebagai respon atas perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP ini.

Contohnya bila kita mengetikkan suatu alamat atau URL pada internet browser maka web browser akan mengirimkan perintah HTTP ke web server. Web server kemudian akan menerima perintah ini dan melakukan aktivitas sesuai dengan perintah yang diminta oleh web browser. Hasil aktivitas tadi akan dikirimkan kembali ke web browser untuk ditampilkan kepada kita.

11.  HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure)

HTTPS adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web. Ditemukan oleh Netscape Communications Corporation untuk menyediakan autentikasi dan komunikasi tersandi dan penggunaan dalam komersi elektris. Selain menggunakan komunikasi plain text, HTTPS menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security). Kedua protokol tersebut memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers, dan man in the middle attacks. Pada umumnya port HTTPS adalah 443.

Tingkat keamanan tergantung pada ketepatan dalam mengimplementasikan pada browser web dan perangkat lunak server dan didukung oleh algorithma penyandian yang aktual. Oleh karena itu, pada halaman web digunakan HTTPS, dan URL yang digunakan dimulai dengan ‘https://’ bukan dengan ‘http://’
Kesalahpahaman yang sering terjadi pada pengguna kartu kredit di web ialah dengan menganggap HTTPS “sepenuhnya” melindungi transaksi mereka. Sedangkan pada kenyataannya, HTTPS hanya melakukan enkripsi informasi dari kartu mereka antara browser mereka dengan web server yang menerima informasi. Pada web server, informasi kartu mereke secara tipikal tersimpan di database server (terkadang tidak langsung dikirimkan ke pemroses kartu kredit), dan server database inilah yang paling sering menjadi sasaran penyerangan oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

12. SSH (Secure Shell)

SSH adalah protocol jaringan yang memungkinkan pertukaran data secara aman antara dua komputer. SSH dapat digunakan untuk mengendalikan komputer dari jarak jauh mengirim file, membuat Tunnel yang terrenkripsi dan lain-lain. Protocol ini mempunyai kelebihan disbanding protocol yang sejenis seperti Telnet, FTP, Danrsh, karena SSH memiliki system Otentikasi,Otorisasi, dan ekripsinya sendiri. Dengan begitu keamanan sebuah sesi komunikasi melalui bantuan SSH ini menjadi lebih terjamin. SSH memang lebih aman dibandingkan dengan protocol sejenis, tetapi protocol SSH tatap rentan terhadap beberapa jenis serangan tertentu. Pada umumnya serangan ini ditunjukan Pada SSH versi pertama (SSH-1) yang memang memiliki tingkat keamanan yang lebih lemah daripada SSH versi kedua (SSH-2). Salah satu serangan pada SSH versi pertama adalah serangan MAN IN THE MIDDLE pada saat pertukaran kunci. Protocol SSH serta algoritma yang digunakan pada kedua versi SSH, lalu serangan-serangan yang terjadi pada SSH dan bagaimana SSH mengatasinya. Untuk meningkatkan keamanan pada protocol SSH dapat dilakukan dengan cara menggunakan kartu Kriptografi untuk autentifkasi.Telnet (Telecommunication network) adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau Local Area Network. TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan.

13. TelNet (Telecommunication Network)

Sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau Local Area Network. TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan.

14. FTP (File Transfer Protocol)

FTP ( File Transfer Protocol ) adalah sebuah protocol internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) computer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP atau protocol Transmission Control Protocol (TCP) untuk komunikasi data antara klien dan server, sehingga diantara kedua komponen tersebut akan dibuatlah sebuah sesi komunikasi sebelum transfer data dimulai. FTP hanya menggunakan metode autentikasi standar, yakni menggunakan User name dan paswordnya yang dikirim dalam bentuk tidak terenkripsi. Pengguana terdaftar dapat menggunakan username dan password-nya untuk mengakses ,men-dawnload ,dan meng- updlot berkas- berkas yang ia kehenaki. Umumnya, para pengguna daftar memiliki akses penuh terdapat berapa direkotri , sehingga mereka dapat berkas , memuat dikotri dan bahkan menghapus berkas. Pengguna yang belum terdaftar dapat juga menggunakan metode anonymous login,yakni dengan menggunakan nama pengguna anonymous & password yang diisi dengan menggunakan alamat e-mail. Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan Universal Resource Identifier (URI) dengan menggunakan format ftp://namaserver. Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut.

Tujuan FTP server adalah sebagai beikut :

  • Untuk men-sharing data.
  • Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
  • Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi User.
  • Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.

    FTP sebenarnya cara yang tidak aman untuk mentransfer file karena file tersebut ditransfesfer tanpa melalui enkripsi terlebih dahulu tapi melalui clear text. Metode text yang dipakai transfer data adalah format ASCII atau format binary. Secara Default, FTP menggunakan metode ASCII untuk transfer data. Karena Pengirimannya tanpa enkripsi, maka username,password,data yang ditransfer maupun perintah yang dikirim dapat dniffing oleh orang dengan menggunakan protocol analyzer (Sniffer). Solusi yang digunakan adalah dengan menggunakan SFTP (SSH FTP) yaitu FTP yang berbasis pada SSH atau menggunakan FTPS (FTP over SSL) sehingga data yang dikirim terlebih dahulu disana.

15. LDAP (Lightweight Directory Access Protocol)

LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) adalah protokol perangkat lunak untuk memungkinkan semua orang mencari resource organisasi, perorangan dan lainnya, seperti file atau printer di dalam jaringan baik di internet atau intranet. Protokol LDAP membentuk sebuah direktori yang berisi hirarki pohon yang memiliki cabang, mulai dari negara (countries), organisasi, departemen sampai dengan perorangan. Dengan menggunakan LDAP, seseorang dapat mencari informasi mengenai orang lain tanpa mengetahui lokasi orang yang akan dicari itu.

16. SSL (Secure Socket Layer)

SSL (Secure Socket Layer) adalah arguably internet yang paling banyak digunakan untuk enkripsi. Ditambah lagi, SSL sigunakan tidak hanya keamanan koneksi web, tetapi untuk berbagai aplikasi yang memerlukan enkripsi jaringan end-to-end.

Secure Sockets Layer (SSL) merupakan sistem yang digunakan untuk mengenkripsi pengiriman informasi pada internet, sehingga data dapat dikirim dengan aman. Protokol SSL mengatur keamanan dan integritas menggunakan enkripsi, autentikasi, dan kode autentikasi pesan. SSL protocol menyedian privasi komunikasi di internet. SSL tidak mendukung fileencryption, access-control, atau proteksi virus, jadi SSL tidak dapat membantu mengatur data sensitif setelah dan sebelum pengiriman yang aman.

Protokol SSL terdiri dari dua sub-protokol: SSL record protocol dan SSL handshake protocol. SSL record protocol mendefinisikan format yang digunakan untuk mentransmisikan data. Sedangkan SSL handshake protocol melibatkan SSL record protocol untuk menukarkan serangkaian pesan antara SSL enabled server dan SSL enable client ketika keduanya pertama kali melakukan koneksi SSL. Pertukaran pesan tersebut digunakan untuk memfasilitasi tindakan sebagai berikut :

  • Autentikasi dari server ke klien
  • Mengizinkan klien dan server untuk memilih algoritma kriptografi atau sandi, yang mendukung komunikasi keduanya.
  • Autentikasi dari klien ke server.
  • Menggunakan teknik enkripsi public key untuk membuka data yang dienkripsi
  • Membuat enkripsi koneksi SSL

 

17. NetBIOS

Network Basic Input-Output System merupakan jenis protokol yang digunakan oleh Microsoft untuk mengimplementasikan Local Area Network Manager. NetBIOS Extended User Interface yaitu versi terbaru dari NetBIOS, suatu program yang mengatur komunikasi komputer pada LAN. NetBEUI merestrukturisasi frame format (informasi dalam transmini data) yang sebelumnya tidak diatur oleh NetBIOS.

18. NetBEUI

NetBEUI singkatan dari istilah dalam Bahasa Inggris NetBIOS Extended User Interface, adalah sebuah Protokol Jaringan yang dikembangkan oleh International Business Machine Corporation (IBM) dan Microsoft Corporation pada tahun 1985 yang digunakan untuk Jaringan Lokal (LAN) yang terdiri atas komputer hingga 200 stasiun kerja. NetBEUI sendiri adalah ekstensi dari protokol NetBIOS.

NetBEUI merupakan protokol utama yang digunakan dalam LAN Manager dan Windows for Workgroups. Protokol ini juga cukup gegas dan efisien. Protokol ini mendukung komunikasi dengan cara connection-oriented (seperti halnya melakukan pemetaan drive di jaringan) atau connectionless (seperti halnya melakukan registrasi nama NetBIOS atau resolusi nama NetBIOS). NetBEUI juga mengimplementasikan fitur flow control dan pendeteksian kesalahan. NetBEUI mendefinisikan mekanisme pembuatan frame pada lapisan transport dan juga mengimplementasikan protokol Logical Link Control 2 dalam Model Referensi tujuh lapis OSI.

NetBEUI didukung sepenuhnya oleh semua sistem operasi Microsoft Windows. Implementasi NetBEUI dalam sistem operasi Windows NT disebut dengan NetBEUI Frame Protocol.

 

NetBEUI merupakan protokol yang banyak digunakan dalam jaringan lokal berbasis sistem operasi Microsoft Windows. Sangat baik dan cepat untuk layanan file sharing dan print sharing. Salah satu kelemahan protokol ini adalah tidak dapat di-routing sehingga hanya dapat bekerja di satu jaringan lokal. Contoh penggunaan protokol ini adalah pada Program Microsoft Neighbourhood. Penjelasan tentang routing akan dijelaskan lebih lanjut dalam modul selanjutnya.

19. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

Dynamic Host Configuration Protocol kelanjutan dari protokol bootstrap, DHCP yang dapat memberikan alamat IP secara otomatis ke suatu workstation yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok alamat IP yang dapat diberikan pada suatu DHCP client.

20.BOOTP

Bootstrap Protocol adalah protokol yang digunakan untuk proses boot dari diskless workstation. Dengan protokol bootstrap ini, suatu alamat IP dapat diberikan ke suatu peralatan di jaringan.

 

21. IPX/SPX (Internetwork Packet Exchange / Sequenced Packet Exchange)

Hampir sama dengan NetBEUI, yaitu digunakan di jaringan lokal dan sangat baik untuk file sharing dan print sharing serta dapat di-routing. Protokol ini biasa digunakan di jaringan berbasis sistem operasi Novell Netware.

 

PERBEDAAN TCP DAN UDP

Berbeda dengan TCP, UDP merupakan connectionless dan tidak ada keandalan, windowing, serta fungsi untuk memastikan data diterima dengan benar. Namun, UDP juga menyediakan fungsi yang sama dengan TCP, seperti transfer data dan multiplexing, tetapi ia melakukannya dengan byte tambahan yang lebih sedikit dalam header UDP.

UDP melakukan multiplexing UDP menggunakan cara yang sama seperti TCP. Satu-satunya perbedaan adalah transport protocol yang digunakan, yaitu UDP. Suatu aplikasi dapat membuka nomor port yang sama pada satu host, tetapi satu menggunakan TCP dan yang satu lagi menggunakan UDP—hal ini tidak biasa, tetapi diperbolehkan. Jika suatu layanan mendukung TCP dan UDP, ia menggunakan nilai yang sama untuk nomor port TCP dan UDP.

UDP mempunyai keuntungan dibandingkan TCP dengan tidak menggunakan field sequence dan acknowledgement. Keuntungan UDP yang paling jelas dari TCP adalah byte tambahan yang lebih sedikit. Di samping itu, UDP tidak perlu menunggu penerimaan atau menyimpan data dalam memory sampai data tersebut diterima. Ini berarti, aplikasi UDP tidak diperlambat oleh proses penerimaan dan memory dapat dibebaskan lebih cepat. Pada tabel, Anda dapat melihat fungsi yang dilakukan (atau tidak dilakukan) oleh UDP atau TCP.

 

TCP:

  • Beroperasi berdasarkan konsep koneksi
  • Jaminan pengiriman-penerimaan data akan reliable dan teratur
  • Secara otomatis memecah data ke dalam paket-paket
  • Tidak akan mengirimkan data terlalu cepat sehingga memberikan jaminan koneksi internet dapat meng-handle-nya
  • Mudah untuk digunakan, transfer paket data seperti menulis dan membaca file.

UDP:

  • Tidak berdasarkan konsep koneksi, jadi harus membuat code sendiri.
  • Tidak ada jaminan pengiriman-penerimaan data akan reliable dan teratur. Paket data mungkin kurang, terduplikat, atau bahkan tidak sampai sama sekali.
  • Pemecahan ke dalam paket-paket dan pengirimannya secara manual.
  • Harus membuat kepastian mengenai kecepatan data tidak terlalu cepat sehingga internet masih dapat meng-handle-nya.
  • Jika paket ada yang hilang, perlu dipikirkan di mana kesalahan yang terjadi dan mengirim data yang diperlukan.

Secara garis besar perbedaan TCP dengan UDP:

TCP UDP
Dapat diandalkan Tidak dapat diandalkan

Connection-oriented

Connectionless
Segmen berurutan Tidak ada urutan
Acknowledge segment No acknowledgement
Segment retransmission and flow control through windowing No windowing or retransmission

 Untuk Perbedaan Lebih Jelasnya dapat dilihat melalui video ini

TCP

TCP (Transmission Control Protocol) adalah protokol yang sifatnya reliable dan connection-oriented. TCP merupakan reliable data transfer karena TCP menjamin pengiriman pesan sampai ditempat tujuan melalui: flow control, congestion control, acknowledgment, timer. TCP adalah connection-oriented protocol. Berikut beberapa karakteristik TCP :

  • point-to-point
  • reliable dan stateful
  • pipeline, menerapkan flow control window sliding untuk mengontrol kemacetan dan aliran datanya
  • terdapat buffer pengirim dan penerima
  • full-duplex
  • connection-oriented
  • aliran data yang dikontrol

TCP memberi layanan komunikasi full-duplex. Koneksi pada TCP merupakan koneksi point-to-point.

Gambar : Struktur Segment TCP

Model koneksi TCP protocol terdiri atas 3 fase, yaitu:

  1. Fase penetapan (establishment) koneksi.

Gambar : Fase Penetapan TCP

Fase penetapan koneksi TCP disebut sebagai: three-way handshake.

Tahapan:

  • Sender mengirimkan TCP segment dengan nilai SYN=1. Sender juga mengirimkan informasi sequence number (isn) yang digenerate secara random.
  • TCP SYN segment diterima oleh receiver. Receiver mengalokasikan buffer memory dan variable untuk koneksi yang diminta serta mengirimkan segment TCP berisi: SYN=1, Acknowledgment field berisi isn dari sender + 1 dan sequence number berisi sembarang angka yang digenerate secara random oleh receiver.
  • Setelah menerima TCP segment dari receiver, Sender mengirimkan kembali TCP segment ketiga yang berisi SYN=1, sequence number berisi isn dari receiver + 1 dan Acknowledgment field berisi isn dari sender + 1.
  1.  Fase Penutupan Pesan

Gambar : Fase Penutupan TCP

 

Tahapan :

  • Sender memulai penutupan koneksi dengan mengirimkan TCP segment dengan nilai FIN=1.
  • Receiver mengirimkan TCP segment ACK.
  • Sender menunggu sampai Receiver mengirimkan TCP segment berikutnya.
  • Sender mengirim TCP segment ACK.
  • Setelah periode waktu tertentu koneksi tertutup.
    3.    Fase penutupan koneksi.

Gambar : Fase Transaksi Pesan TCP

                   Model ini disebut juga sebagai Stop-And-Wait. TCP melakukan transaksi pesan dengan menggunakan sliding-window protocol. Saat pengirim mengirim pesan, misalnya dengan isn=1, receiver mengirim acknowledgment dengan ACK=2. Artinya, pesan dengan isn=1 telah deterima, selanjutnya kirimkan pesan dengan isn=2. Dan seterusnya sampai semua TCP segment dikirimkan.

Kelemahan model ini adalah munculnya delay yang cukup besar karena pesan berikut baru bisa dikirimkan setelah sender menerima ACK.

Model Stop-And-Wait diperbaiki dengan menggunakan model Go-Back-N. Dengan window size sebesar N, sebanyak N-pesan dapat dikirimkan pada satu saat. Model ini juga dipakai untuk flow-control.

Gambar : Fase Transaksi Pesan TCP dengan model GO-Back-N

                   Suatu saat pasti akan terjadi TCP kehilangan TCPsegment atau ACKsegment di tengah jalan, bila hal itu terjadi maka  TCP akan menghentikan pengiriman dan mengulangi lagi dari awal, oleh sebab itu TCP membutuhkan waktu lebih lama dari UDP karena sering terjadi delay.

Gambar : Lost TCPSegment

 

Gambar : Lost ACKSegment

                   Begitu juga bila terjadi premature Timeout (Sender menganggap terjadi kehilangan ACK, padahal hanya terjadi delay dalam pengirimmannya), Sender akan mengirim lagi pesan.

Gambar : Premature Time Out

Hal – hal yang menyebabkan TCP akan kehilangan paket datanya :

  • Ketika sebuah paket yang diterima dari urutan penerima mengirimkan ACK dengan nomor yang sama seperti sebelumnya.
  • Jika pengirim menerima tiga duplikat ACK maka dapat diasumsikan paket tersebut telah hilang dan mengirim ulang.
  • Jika pengirim tidak menerima ACK untuk paket dalam jumlah waktu tertentu maka dapat diasumsikan akan ada paket yang hilang.
  • Kehilangan paket data dapat disebabkan oleh  paket yang dikirimkan  dan  congestion windows yang direduksi.

Manajemen Koneksi TCP secara singkat

Pada saat Setup Koneksi

  • client mengirimkan kontrol TCP SYN ke server, dengan memberikan sequence number inisial
  • server menerima TCP SYN, dan membalasnya dengan kontrol SYNACK
  • ACK yang menyatakan telah menerima SYN
  • mengalokasikan buffer
  • menghasilkan sequence number untuk ke client

Pada saat Menutup Koneksi

  • client mengirim kontrol TCP FIN ke server
  • server menerima FIN, dan membalas dengan ACK. Menutup koneksi dan mengirimkan FIN ke client.
  • Client menerima FIN dan membalas ACK, masuk pada masa menunggu balasan ACK terhadap dari server
  • Server menerima ACK dan koneksi tertutup.

SUMBER RUJUKAN

 

 

 

9 comments on “BINTI NURUL QOMARIYAH / 100213306146…….TUGAS 6, PRE TEST…..

  1. Ping-balik: TCP dan UDP (Penjelasan dan Perbedaan) | ILMU TERAPAN

  2. Ping-balik: Kelompok 6 | Jaringan Komputer

  3. Ping-balik: Kelompok 6 | ilhampriyadi

  4. Ping-balik: Kelompok 6 ( Transport Layer ) | andrewicakso

  5. Ping-balik: Kelompok 6 (Transport Layer) | Jaringan Komputer

  6. Ping-balik: Kelompok 6 | Catatan Ku

  7. Ping-balik: Jaringan Komputer

  8. Ping-balik: TCP UDP | Albert Riyandi

  9. Ping-balik: TCP dan UDP | Mas Sugeng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 6, 2012 by in Jaringan Informasi Digital and tagged , , , , .

beecalender

Maret 2012
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

beetwitt

%d blogger menyukai ini: